Video Tutorial PHP Login tanpa database, untuk website tentunya memiliki backend, tampilan belakang. sama halnya dengan rumah. Tampilan di luar dan dalam pastinya berbeda. Untuk masuk kedalam harus melewati pintu, pintu tersebut biasanya punya kunci agar tidak bisa orang lain masuk.
Sama halnya dengan website, kita punya kunci yang disebut dengan password, biasanya ada tempat khusus untuk kunci, anggap saja tas/dompet(database).
Berikut ini adalah beberapa video panduan bagaimana membuat login tanpa database, walaupun kita tidak punya tas kita masih bisa menyimpan kunci kan? jadiin liontin kalung :D
Jika mau melihat bagian 2,3 dan 4 silahkan menuju link youtube Video Tutorial PHP Login tanpa database
Wednesday, May 11, 2016
Cerita: Berkah dari sebuah Kejujuran
Dahulu kala, ada seorang raja yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda. Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya termasuk juga anaknya yang sudah besar.
Ia berkata, “Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian.”Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan, ”Aku akan memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja. Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya, merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan menjadi raja negeri ini!”
Ada seorang anak muda yang bernama Rifay yang berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lainnya, menerima bibit itu. Ia pulang ke rumah dan dengan antusias memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Ibunya membantu Rifay menyediakan pot dan tanah untuk bercocok tanam, dan Rifay menanam bibit itu kemudian menyiraminya dengan hati-hati. Setiap hari ia selalu menyirami, merawat bibit itu, dan mengamati apakah bibit itu tumbuh. Setelah beberapa minggu, beberapa dari anak muda itu mulai membicarakan mengenai bibit mereka dan tanaman yang telah mulai tumbuh. Rifay pulang ke rumah dan memeriksa bibitnya, tetapi tidak ada hasilnya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti bulan. Tetap tidak ada hasilnya. Sekarang ini, para anak muda memperbincangkan tentang tanaman mereka, tetapi bibit Rifay tetap belum tumbuh, dan ia mulai merasa seperti pecundang. Enam bulan berlalu, tetap belum tumbuh juga. Ia berpikir bahwa ia telah membunuh bibit itu. Setiap orang memiliki pohon dan tanaman yang tinggi, tetapi ia tidak memiliki apa-apa. Rifay tidak berkata apa-apa kepada temannya. Ia tetap menunggu bibitnya tumbuh.
Satu tahun berlalu sudah dan semua anak muda di seluruh kerajaan membawa tanaman mereka kepada raja untuk dinilai. Rifay putusasa dan tidak ingin pergi dengan membawa pot yang kosong. Tetapi ibunya memberinya semangat untuk pergi dan membawa potnya.
"Rifay harus jujur mengenai apa yang terjadi dengan bibit itu," saran ibunya.
Rifay sadar bahwa saran ibunya benar. Dan ia pergi ke istana dengan membawa pot yang kosong. Ketika Rifay tiba, ia kagum melihat berbagai macam tanaman yang dibawa oleh teman-temannya yang lain. Semuanya indah, dalam ukuran dan bentuk. Rifay meletakkan pot yang kosong itu ke lantai dan banyak orang menertawainya. Beberapa merasa kasihan kepadanya.
Ketika raja datang, ia mengamati ruangan itu dan menyalami rakyatnya. Rifay berusaha untuk bersembunyi di bagian belakang.
“Wah, betapa indahnya tanaman, pohon, bunga yang kalian bawa,” kata raja. “Hari ini, salah seorang dari kalian akan ditunjuk menjadi raja selanjutnya!” Seketika, sang raja melihat Rifay di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membawa Rifay ke depan.
Rifay sangat ketakutan, dalam hati membatin, “Sang raja tahu aku seorang pecundang! Mungkin ia akan memerintahkan aku untuk dihukum!”
Ketika Rifay tiba di depan, sang raja menanyakan namanya.
“Namaku Rifay,” jawab Rifay.
Semua orang menertawakannya.
Sang raja menenangkan situasi itu. Ia melihat Rifay, dan kemudian mengumumkan ke seluruh kerajaan, “Lihatlah, ini raja kalian yang baru! Namanya adalah Rifay!”
Rifay tidak mempercayai apa yang barusan dikatakan raja. Ia bahkan tidak bisa membuat bibit itu tumbuh, mengapa ia bisa menjadi raja yang baru?
Kemudian sang raja berkata, “Satu tahun lalu, aku memberikan setiap orang sebuah bibit. Dan kukatakan kepada kalian untuk mengambilnya, menanamnya, dan merawatnya, kemudian membawanya kembali kepadaku hari ini. Tetapi aku memberikan kalian bibit yang sudah direbus sehingga tidak akan bisa tumbuh. Kalian semuanya, kecuali Rifay, membawakanku pohon, tanaman, bunga. Ketika kalian menyadari bahwa bibit itu tidak bisa tumbuh, kalian menukarkan dengan bibit lain. Hanya Rifay yang memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakanku sebuah pot kosong dengan bibitku di dalamnya. Maka demikian, ia yang akan menjadi raja yang baru.”
=========
Marilah kita bangun karakter kita sebagai orang yang jujur, karena karakter itulah yang mencerminkan kepribadian seorang pemimpin sejati
Tuesday, May 10, 2016
Dialog si pensil dan si penghapus

Pensil : Maafkan aku.
Penghapus : Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa.
Pensil: Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat.
Penghapus : Hal itu benar. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih
Saya menemukan kisah percakapan antara si pensil dan si penghapus sungguh inspiratif.
Orang tua kita layaknya si penghapus sedangkan kita layaknya si pensil. Mereka (Orang tua) selalu ada untuk anak-anak mereka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya.
Terkadang, seiring berjalannya waktu…
Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil
(Dalam hal ini, maksudnya bertambah tua dan akhirnya meninggal).
Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.
“Hingga saat ini, saya masih selalu menjadi si pensil, dan hal itu sangat menyakitkan diri saya untuk melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah “kecil” dan “kecil” seiring berjalannya waktu. Dan saya tahu bahwa kelak suatu hari, yang tertinggal hanyalah “serutan” si penghapus dan segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka.”
Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh orang tua kalian.
PARENTS are The Most in LIFE
Monday, May 9, 2016
Ibuku bermata satu
Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar. Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.
Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.
==================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.
Friday, May 6, 2016
Kendalikan Racun Emosi

Alkisah, seorang gadis bernama Nodia menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertuanya. Dalam waktu singkat, Nodia menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda. Terkadang Nodia marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Nodia juga dikritik terus-menerus, dan dia tidak suka. Hari demi hari, minggu demi minggu, Nodia dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk,
karena berdasarkan tradisi orang Timur, Nodia harus taat kepada apa saja setiap permintaan sang mertua.Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami yang kebetulan orang miskin menderita stress.
Akhirnya, Nodia tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi otoriter ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Nodia pergi menemui teman baik ayahnya, Mbah Itan. Nodia menceritakan apa yang dialaminya dan meminta agar Mbah Itan dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai.
Mbah Itan berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, "Nodia, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta."
Nodia menjawab, "Baik, saya akan melakukan apa saja yang Mbah minta."
Mbah Itan masuk ke dalam bilik dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong ramuan. Dia memberitahu Nodia "Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah ramuan yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masakkan daging sapi atau ayam dan kemudian campurkan sedikit ramuan ini. Kamu harus berhati-hati dan bertindak dengan sangat baik serta bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu, agar kelak jika dia mati, tak seorang pun yang menaruh curiga kepadamu."
Nodia sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulai rencana jahat terhadap ibu mertua.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu, dan setiap hari, Nodia melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Nodia ingat apa yang dikatakan Mbah Itan tentang menghindari kecurigaan, Nodia mengendalikan emosinya, menaati ibu mertua, memperlakukannya seperti ibunya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.
Setelah enam bulan, seluruh rumah berubah. Nodia telah belajar mengendalikan emosinya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat lagi dengan ibu mertuanya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani.
Sikap ibu mertua terhadap Nodia berubah, dan dia mulai menyayangi Nodia seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Nodia adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya. Nodia dan ibu mertuanya sekarang berlaku seperti ibu dan anak sungguhan. Suami Nodia sangat senang melihat apa yang telah terjadi.
Keadaan itu membuat Nodia berubah pikiran. Dia kini ingin menyelamatkan ibunya dari racun yang disimpan dan direncanakan sebelumnya. Nodia kemudian datang menemui Mbah Itan dan minta pertolongan lagi.
"Mbah, tolonglah saya untuk mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah menjadi wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin dia mati karena racun yang saya berikan."
Mbah Itan tersenyum dan mengangkat kepalanya, "Nodia, kamu tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Ramuan yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. Satu-satunya racun yang pernah ada ialah di dalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya."
:)
silahkan diambil hikmah dan pesan moralnya. semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik.
silahkan diambil hikmah dan pesan moralnya. semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik.
BARU! Aplikasi Inventory Barang berbasis web dengan Php
Aplikasi Inventory Barang berbasis web dengan Php, aplikasi inventory ini sangat menarik dan bagus untuk dipelajari. Aplikasi ini diberi nama oleh pembuatnya dengan TRIS atau singkatan dari Technology Resource Inventory System.
Adapun fitur dari sistem pakar baru ini menggunakan database mysql , fiturnya adalah CRUD Create Read Update Delete atau fitur program input /(termasuk input gambar)/, edit, cari, hapus, lihat /(display)/, dan laporan.
Konten yang tersedia pada "program aplikasi inventory barang" ini antara lain sebagai berikut:
dan untuk fitur di bagian Staff
Adapun fitur dari sistem pakar baru ini menggunakan database mysql , fiturnya adalah CRUD Create Read Update Delete atau fitur program input /(termasuk input gambar)/, edit, cari, hapus, lihat /(display)/, dan laporan.
Konten yang tersedia pada "program aplikasi inventory barang" ini antara lain sebagai berikut:
- Add, Delete,device name like keyboard, monitor,
- Add, edit, device information
- Add, edit, Location
- Assign Device in different location
- Transfer Device’s in every location
- Update Device Status
- Repair and Dump device’s
- Generate Report for the device’s in every location
- Add, edit, Delete, user information
- View log-in trail of the Technical Staff
- View activity log of of the administrator
- View Notification of the Technical Staff
dan untuk fitur di bagian Staff
- Add, edit, device information
- View Device’s in every location
- Update status of the device’s in every location
- Bisa Repair and Dump device’s
- Generate Report for the device’s in every location
Untuk mengakases halaman ini gunakan user admin dan password admin.Berikut tampilan /program aplikasi inventory barang gudang, aplikasi ini bisa anda downl0ad (Dropbox) | Google Drive secara gratis.
dan untuk mengakses halaman staf gunakan user : oting dan password oting
Terima kasiih sudah mendownlod source code inventori terbaru.
Disebalik Tipisnya Akal Wanita
Jangankan lelaki biasa, seorang Nabi pun akan merasakan kesunyian tanpa hadirnya seorang wanita di sampingnya. Tanpa wanita, pikiran dan perasaan lelaki akan mersakan kegelisahan. Akan halnya Nabi Adam yang masih membutuhkan hadirnya seorang waita walaupun di dalam Surga telah tersedia segalanya. Namun tetap saja Nabi Adam tetap merindukan Siti Hawa.
Wanita memang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Tugas lelaki-lah untuk meluruskannya. Maka luruskanlah wanita itu dengan cara yang baik. Dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah. Karena mereka memang diciptakan sebegitu rupa. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.
Jangan mencoba memanjakan mereka dengan harta.
Karena nantinya mereka akan menjadi lupa segalanya .
Jangan hibur mereka dengan kecantikan semata.
Karena nantinya mereka akan menderita.
Kenalkan mereka kepada Allah. Kenalkan mereka kepada Dzat yang kekal. Karena di situlah sebenarnya letak puncak kekuatan dan keindahan dunia.
Akal wanita yang setipis rambutnya.
Maka tebalkan ia dengan ilmu.
Hati wanita yang serapuh kaca.
Maka kuatkan ia dengan iman.
Perasaan wanita yang selembut sutera.
Maka tuntunlah ia dengan akhlak mulia.
Suburkanlah ia, karena dari situlah nantinya mereka akan melihat nilai keadilan Rabb-Nya. Bisikkan pada telinga mereka bahwa kelembutan bukanlah suatu kelemahannya. Bukan pula bentuk diskriminasi Allah terhadap wanita. Akan tetapi sebaliknya disitulah bukti kasih sayang Allah terhadapnya.
Wanita yang lupa akan hakikat kejadiannya pasti tidak akan terhibur dan tidak akan menghiburkan. Tanpa iman, ilmu dan akhlak mulia mereka tidak akan pernah lurus.
Bahkan bisa jadi akan semakin membengkok.
Itulah yang akan terjadi jika wanita tidak dikenalkap kepada Rabbnya.
Untuk lelaki juga jangan hanya mengharapkan ketaatan wanita semata.
Tapi berilah ia suri tauladan dengan sikap kepemimpinan yang bisa dijadikan contoh.
Pastikan sebelum meminta wanita menuju ke jalan-Nya.
Pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu menuju kepada-Nya.
Jinakkan diri sendiri terlebih dahulu kepada Allah.
Niscaya akan jinaklah wanita dibawah kepemimpinanmu.
Pepatah Barkata : "Jangan mengharapkan mempunyai isteri semulia Fatimah jika dirimu tidak sehebat Ali bin Abi Thalib."
Subscribe to:
Posts (Atom)

