Showing posts with label Islamic Science. Show all posts
Showing posts with label Islamic Science. Show all posts

Friday, May 6, 2016

Disebalik Tipisnya Akal Wanita



Jangankan lelaki biasa, seorang Nabi pun akan merasakan kesunyian tanpa hadirnya seorang wanita di sampingnya. Tanpa wanita, pikiran dan perasaan lelaki akan mersakan kegelisahan. Akan halnya Nabi Adam yang masih membutuhkan hadirnya seorang waita walaupun di dalam Surga telah tersedia segalanya. Namun tetap saja Nabi Adam tetap merindukan Siti Hawa.

Wanita memang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Tugas lelaki-lah untuk meluruskannya. Maka luruskanlah wanita itu dengan cara yang baik. Dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah. Karena mereka memang diciptakan sebegitu rupa. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya. 

Jangan mencoba memanjakan mereka dengan harta.
Karena nantinya mereka akan menjadi lupa segalanya .

Jangan hibur mereka dengan kecantikan semata.
Karena nantinya mereka akan menderita.

Kenalkan mereka kepada Allah. Kenalkan mereka kepada Dzat yang kekal. Karena di situlah sebenarnya letak puncak kekuatan dan keindahan dunia.

Akal wanita yang setipis rambutnya. 
Maka tebalkan ia dengan ilmu.

Hati wanita yang serapuh kaca.
Maka kuatkan ia dengan iman.

  Perasaan wanita yang selembut sutera.
  Maka tuntunlah ia dengan akhlak mulia.

Suburkanlah ia, karena dari situlah nantinya mereka akan melihat nilai keadilan Rabb-Nya. Bisikkan pada telinga mereka bahwa kelembutan bukanlah suatu kelemahannya. Bukan pula bentuk diskriminasi Allah terhadap wanita. Akan tetapi sebaliknya disitulah bukti kasih sayang Allah terhadapnya.

Wanita yang lupa akan hakikat kejadiannya pasti tidak akan terhibur dan tidak akan menghiburkan. Tanpa iman, ilmu dan akhlak mulia mereka tidak akan pernah lurus.
Bahkan bisa jadi akan semakin membengkok.
Itulah yang akan terjadi jika wanita tidak dikenalkap kepada Rabbnya.

Untuk lelaki juga jangan hanya mengharapkan ketaatan wanita semata.
Tapi berilah ia suri tauladan dengan sikap kepemimpinan yang bisa dijadikan contoh.

Pastikan sebelum meminta wanita menuju ke jalan-Nya.
Pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu menuju kepada-Nya.
Jinakkan diri sendiri terlebih dahulu kepada Allah.
Niscaya akan jinaklah wanita dibawah kepemimpinanmu.

Pepatah Barkata : "Jangan mengharapkan mempunyai isteri semulia Fatimah jika dirimu tidak sehebat Ali bin Abi Thalib."

Teori Fisika Hawking Tentang Keajaiban Peristiwa Isra Mi'raj


Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.

Teori Lubang Cacing

Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.

Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).


Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.

Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“


Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :
Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.

Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.

Stephen Hawking
Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya. 

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.

Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.

Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.

http://namakugusti.files.wordpress.com/2011/01/godellubangcacing.jpg

Ilustrasi Lubang Cacing

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.

Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya. 

Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudzpada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”
Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam). 

Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTtx7vD4YVEBGXdLGCzQMvdIiIiF4IHDFUQKpxBxeINI2hrKc-QiBkyQZ6uyPXDoYhjL5JvqOuXCHpKJ4-ozbSFaUKeb8Rmp8Ow0WPYA_6dJpJja_FdpDXyPNhOISt2cHV3Q_nU0Y-Ifug/s1600/isra_miraj1.jpg

Dari sinilah Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT ke langit.

Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)
Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.
Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).

Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang). 

Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.


2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).


3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.

WaLLahu a’lamu bisshawab… 
source: hendragalus.wordpress.com

Thursday, May 5, 2016

Kedahsyatan dibalik Kalimat Istighfar


Assalamu'alaikum sahabat.
Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita. Istighfar memiliki dua makna.

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. 


Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Subhanallah. Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat. 

Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

Kemudian dalam Al Qur'an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman, "Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun - niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allah, niscaya Allah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allah makmurkan negeri kita, Allah sejahterakan kita. Allahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma'sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allah. Apalagi kita yang banyak dosa.

Astagfirullahal 'adzim, ampunilah dosa kami ya Allah .. tutupi aib kami .... betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu ... aamiin ..

Wallahu’alam bisshawab ...
wassalaamu'alaikum...

Sunday, November 23, 2014

Mengapa Yahudi Bisa Menguasai Dunia?


Mengapa Yahudi bisa menguasai dunia? menjajah negara ngeara islam dengan leluasa? wajar saja. mereka punya kekayaan yang melimpah, para rakyat nya yang kaya, sealalu mendanai semua projek tentang israel, bahkan amerika sekalipun takut akan negara ini.

Mengapa Yahudi Menguasai Dunia? Inilah Jawabannya!!FAKTA DAN ANGKA:

Populasi Yahudi di dunia ada 14 juta orang.

Distribusi:
7 juta di Amerika
5 juta di Asia
2 juta di Eropa
100 ribu di Afrika.


Populasi Muslim: 1,5 miliar dari penduduk dunia.

Distribusi:
6 juta di Amerika.
1 miliar di Asia dan Timur Tengah.
44 juta di Eropa.
400 juta di Afrika.
Kelima dunia adalah Muslim.

Setiap 1 orang Yahudi, ada 107 Muslim di dunia.

Namun, 14 juta orang Yahudi lebih kuat daripada 1,4 Miliar Muslim.


Mengapa?

Kita lanjutkan fakta-fakta dan statistik di atas.
Lihatlah dalam sejarah modern:

Albert Einstein: Yahudi.
Sigmund Freud: Yahudi.
Karl Marx: seorang Yahudi.
Paul Samuelson: Yahudi.
Milton Freedman: Yahudi.


Inovasi Medis yang Paling Penting:

Penemu medis injeksi, Benjamin Rubin: Yahudi.
Penemu vaksin polio, Jonas Salk: Yahudi.
Penemu obat kanker darah (leukemia), Gertrude Ilion: seorang Yahudi.
Penemu pengobatan hepatitis C,  Barukh Bloomberg: Yahudi.
Penemu obat sifilis, Paul Ehrlich: Yahudi.
Penelitian pengembangan sistem kekebalan tubuh, Eli Machenkov: Yahudi.
Penelitian Endokrinologi yang paling penting, Andrew Schally: Yahudi.
Penelitian Cognitive Therapy yang paling penting Aaron Beck : Yahudi.
Penemu Pil Gregory Pecos: Yahudi.
Studi pengobatan kanker yang paling penting, Stanley Cohen, seorang Yahudi.
Penemu dialisis dan peneliti paling penting dalam organ buatan, Willem Kulovkim: Yahudi.


Penemuan yang Mengubah Dunia:

Pusat pengembangan prosesor , Stanley Mysore: Yahudi.
Penemu reaktor nuklir, Selandia Liu: Yahudi.
Penemu serat optik, Peter Schultz: Yahudi.
Penemu lampu lalu lintas, Charles Adler: Yahudi.
Penemu stainless steel, Pino Ringkas: Yahudi.
Penemu film audio, Isador Casey: Yahudi.
Penemu mikrofon, Jeramavun Emile Berliner: Yahudi.
Penemu Perekam Video, Charles Ginsburg : Yahudi.


Pembuat Nama dan Merek:

Polo – Ralph Lauren: seorang Yahudi.
Jeans Levi – Strauss Levi: Yahudi.
Starbucks – Howard Schultz adalah Yahudi.
Google – Sergey Brin: Yahudi.
Dell – Michael Dell adalah Yahudi.
Oracle – Larry Ellison: seorang Yahudi.
DKNY-Donna Karan: Yahudi.
Baskin dan Robbins – Irv Robbins: Yahudi.
Dunkin Donuts – William Rosenberg: Yahudi.


Politisi dan Pengambil Keputusan:

Sekretaris Negara Amerika Serikat, Henry Kissinger: Yahudi.
Presiden Yale University Richard Levin: Yahudi.
Kepala Federal Reserve AS, Alan Greenspan : Yahudi.
U. S. State Secretary, Madeleine Albright : Yahudi.
Politisi AS, Joseph Lieberman : Yahudi.
Sekretaris Negara AS, Casper Enbed : Yahudi.
Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Maxim Litvinov : Yahudi.
Perdana Menteri Selandia Baru, John Key: Yahudi.
Perdana Menteri Singapura, David Marshall : Yahudi.
Gubernur Australia, Ishak Isaac : Yahudi.
Perdana Menteri Inggris, Benjamin Disraeli : Yahudi.
Perdana Menteri Rusia, Yevegni Primakov : Yahudi.
Politisi Amerika, Barry Goldwater : Yahudi.
Presiden Portugal, Jorge Sampaio : seorang Yahudi.
Wakil Perdana Menteri Kanada, Herb Jerry : Yahudi.
Perdana Menteri Perancis, Pierre Mendes : Yahudi.
Menteri Negara Inggris, Michael Howard : Yahudi.
Konsultan Austria, Bruno Kryska : Yahudi.
Menteri Keuangan, Robert Rubin : seorang Yahudi.
Tuan spekulasi dan ekonomi, George Soros : Yahudi.


Media Berpengaruh :

CNN – Wolf Blitzer: Yahudi.
ABC News – Barbara Walters: Yahudi.
The Washington Post – Eugene Meyer: Yahudi.
Majalah Time – Henry Grunwald: Yahudi.
The Washington Post – Katherine Graham Yahudi.
New York Times – Joseph Elevid: Yahudi.
New York Times – Max Frankel: Yahudi.
Ini baru sebagiannya.


Fakta Lain:

Dalam 105 tahun terakhir, Yahudi memenangkan 14 dari 180 Nobel.
Pada periode yang sama, 1,5 Miliar Muslim hanya memenangkan tiga hadiah Nobel.
1 hadiah Nobel adalah untuk 77. 778 orang Yahudi.
Bagi Muslim, 1 hadiah Nobel untuk 500 juta orang.

Apakah ini sebuah kebetulan bahwa ilmu pengetahuan milik mereka? Atau penipuan? Atau konspirasi? Mengapa prestasi itu tidak dicapai oleh umat Muslim meskipun mereka sangat banyak dalam jumlah?

Fakta-fakta lain Anda mungkin menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini:

· Umat Islam sedunia hanya memiliki 500 universitas (terkenal/besar).
· Di Amerika Serikat ada 5.758 Universitas!
· India 8.407 Universitas!
· Tidak ada universitas Islam dari  500 universitas terbaik di dunia.
• Ada 6 universitas Israel dari 500 universitas terbaik di dunia.
· Proporsi pembelajaran di negara-negara Kristen 90%.
· Proporsi pembelajaran di dunia Muslim 40%.
· Tingkat pendidikan 100% ada di 15 negara Kristen.
• Di negara-negara Muslim tidak ada yang tingkat melek hurufnya hingga 100%.

Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Kristen 98%.

Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Muslim 50%.
Persentase memasuki universitas di negara-negara Kristen 40% .
Persentase memasuki universitas di negara-negara Muslim 2%.

• Hanya ada 230 sarjana Muslim dari setiap juta orang Islam.

• Ada 5.000 sarjana dari setiap juta orang Amerika.
· Dari setiap 1 juta masyarakat Amerika, ada 1000 orang teknisi.
· Di negara-negara Muslim hanya memiliki 50 per 1 juta orang.
· Negara-negara Islam mengeluarkan dana 0,2% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Negara-negara Kristen mengeluarkan 5% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Pakistan adalah 23 surat kabar per 1000 penduduk.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Singapura adalah 460 surat kabar per 1000 penduduk.
· Di Inggris, distribusi buku, 2.000 per satu juta orang.
· Di Mesir 17 buku per satu juta orang.

· Alat-alat teknologi canggih (High-tech) 0,9% dari ekspor Pakistan, 0,2% dari ekspor Kerajaan Arab Saudi dan 0,3% dari ekspor Kuwait, Aljazair dan Maroko.

· Peralatan berteknologi tinggi, 68% dari ekspor Singapura.


Friday, November 21, 2014

Al-khawarizmi, Ilmuwan Matematika

Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ilmuwan matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.
Al-khawarizmi, Ilmuwan Matematika
Al-khawarizmi, Ilmuwan Matematika

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Beliau merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekailpun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abu ‘Abd Allah atau Abu Ja’far.
Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwarizmi al-Majousi al-Katarbali. Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.

Tentang agama al-Khawarizmi’, Toomer menulis:
Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh al-?abari, “al-Majusi,” dapat dilihat mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster.Ini mungkin terjadi pada orang yang berasal dari Iran]]. Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau menunujukkan beliau adalah seorang Muslim Ortodok,jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi.
Dalam Kitab al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari China dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma’mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

Karya Bapak Matematika Dunia
Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala  atau: “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.
Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angaka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.
Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.

Buku I – Aljabar
al-Kitab al-mukhta?ar fi ?isab al-jabr wa-l-muqabala Buku Rangkuman Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan) adalah buku matematika yang ditulis tahun 830.
Buku tersebut merangkum definisi aljabar. Buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin berjudul Liber algebrae et almucabala oleh Robert of Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerard of Cremona.
Metode beliau dalam menyelesaikan linear dan notasi kuadrat dilakukan dengan meredusi notasi ke dalam 6 bentuk standar (dimana b dan c adalah angka positif)
o    Angka ekual kuadrat (ax2 = c)
o    Angka ekual akar (bx = c)
o    Kuadrat dan akar ekual (ax2 + bx = c)
o    Kuadrat dan angka akar ekual (ax2 + c = bx)
o    Akar dan angka kuadrat ekual (bx + c = ax2)
o    Kuadrat ekual akar (ax2 = bx)
Dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi aljabar dan al-muqabala (menyeimbangkan). Aljabar adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x2 = 40x – 4x2 disederhanakan menjadi 5x2 = 40x. Al-muqabala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x2 + 14 = x + 5disederhanakan ke x2 + 9 = x.

Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.

Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Buku Pemandangan Dunia” atau “Kenampakan Bumi” diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.
Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sanagat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.

(sumber: wikipedia)

Thursday, October 2, 2014

Sejarah masuknya islam di Indonesia

Sejarah masuknya islam di Indonesia
Sejak awal masehi Indonesia merupakan Negara yang sering dilewati oleh pedagang-pedagang asing baik dari India, cina, atau timur tengah. Seperti di malaka dan wilayah barat nusantara sejak masa kuno wilayah ini menjadi titik perhatian pedagang asing dan menjadi daerah lintasan penting antara cina dan India. Pedagang muslim asal arab Persia dan India juga ada yang yang sampai ke kepulauan Indonesia untuk berdaan sejak abad ke 7 M atau abad ke 1 H, ketika islam pertama kali berkembang di timur tengah. Diperkirakan sejak abad ini pribumi Indonesia sebagian diantaranya sudah ada yang masuk islam. Hanyasaja menurut Taufiq Abdullah belum ada bukti bahwa pribumi Indonesia yang disinggahi oleh pedagang muslim itu beragama islam.1
Baru pada zaman-zaman berikutnya penduduk kepulauan ini masuk islam bermula dari penduduk pribumi dikoloni-koloni pedagang muslim itu. Menjelang abad ke 13M, masyarakat muslim sudah ada di samudera pasai, perlak, dan palembang.
Dari sinilah akhirnya islam bisa berkembang berkembang kedaerah-daerah yang lainnya di pulau jawa sampai sekarang. Masuknya islam di Indonesia tentunya melalui tahapan-tahapan dan dengan adanya metode-metode yang diterapkan sehingga mampu untuk mengislamkan kepulauan ini.

1) Taufiq Abdullah, Sejarah Umat Islam Indonesia, Badri yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta; penerbit Rajawali Pers) hlm. 193.

Peranan Tasawuf dalam Penyebaran Agama Islam di Asia Tenggara

Salah satu proses islamisasi yang terjadi di asia tenggara adalah tasawuf. Peranan tasawuf ini tidak dapat dilupakan dalam perkembangan islam di asia tenggara.
Dalam penyebaran agama islam di asia tenggara, pengajar-pengajar tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat di asia tenggara.Kaum sufi itu ibarat pakar psikologi yang menjelajahi segenap penjuru negeri demi menyebarkan kepercayaan Islam. Dari kemampuan memahami spirit Islam sehingga dapat berbicara sesuai dengan kapasitas (keyakinan dan budaya) audiensnya.[1]
Tidak bisa dipungkiri bahwa kaum para sufi mahir dalam soal magis. Tentunya dibawah kekuasaan yang masa kuasa, mereka mampu membanu dalam bidang pengobatan. Seperti yang kita ketahui, pada masa itu tentunya ilmu kedokteran belum berkembang seperti sekarang ini. Jadi di bidang kesehatan para sufi mampu dalam penyembuhan masyarakat, misalnya dengan rukiah, dll.
Sebagian para sufi  juga ada yang menikah dengan puteri - puteri bangsawan setempat. Hal ini juga mempercepat penyebaran agama islam di asia tenggara.
Dengan tasawuf, bentuk Islam yang diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka yang sebelumnya menganut agama Hindu, sehingga agama baru itu mudah dimengerti dan diterima.
Tasawuf adalah faktor terpenting bagi tersebarnya Islam secara luas di Asia Tenggara. Karena ” Islam Pertama” yang diperkenalkan di Jawa, adalah Islam dalam corak sufi. Islam dalam corak demikian itulah yang paling mampu memikat lapisan bawah, menengah dan bahkan bangsawan. Tasawuf berusaha dengan hati hati merubah idiom-idiom budaya lama (Animisme, Hindu, Budha) yang berkaitan dengan pandangan dunia (worldview), kosmologi, mitologi, dan keyakinan takhayul agar tidak bertentangan dengan Islam. Wadah-wadah lama yang dipakai, isinya diganti. Peninggalan kejeniusan masa silam masih dapat terlihat dalam upacara daur hdiup, upacara desa dan semacamnya. Dalam upacara tersebut, orang biasanya menyediakan makanan, tetapi do`anya bukan untuk para ”dewa-dewa”, namun ditujukan sebagai permohonan kepada Allah, Tuhan Sang Maha Pencipta, dan makanannya dimakan bersama-sama setelah memanjatkan do`a.
Kegemilangan tasawuf tersebut tentu saja tidak terlepas dari peranan dan kontribusi tokoh-tokoh tasawuf. Tokoh-tokoh yang memiliki sifat dan watak yang lebih kompromis dan penuh kasih sayang. Tasawuf memang memiliki kecenderungan yang tumbuh dan berorientasi kosmopolitan, tidak mempersoalkan perbedaan etnis, ras, bahasa, dan letak geografis. Dakwah Islam yang dilakukan kaum sufi berkembang cukup berhasil dan keberhasilan itu terutama ditentukan oleh pergaulan dengan kelompok- masyarakat dari rakyat kecil dan keteladanan yang melambangkan puncak kesalehan dan ketekunan dengan memberikan pelayanan-pelayanan sosial, sumbangan, dan bantuan dalam semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan murni.

Peranan Tasawuf dalam Penyebaran Agama Islam di Asia Tenggara
Penyebaran Agama Islam Oleh Para Sufi
Salah satu saluran islamisasi di asia tenggara adalah saluran tasawuf. Seperti yang kita ketahui, para sufi mahir dalam bidang penyembuhan. Namun demikian, peran tasawuf dalam penyebaran agama islam di asia tenggara tidak terbatas dengan magis tersebut. Ada beberapa hal yang dilakukan oleh paraa sufi dalam islamisasi masyarakat asia tenggara.
Pertama adalah pendidikan. Para sufi menyebarkan ajaran islam dan mengajarkan masyarakat tentang aturan aturan dan syariat islam. Salah satunya adalah dalam bentuk pondok pondok pesantren. Para sufi mengajarkan ilmu islam pada masyarakat setempat. Melalui pesantren ini, banyak dihasilkan santri santri yang kemudian juga menyebarkan agama islam.
Yang kedua adalah melalui seni. Sebagian dari para sufi juga ahli di bidang seni. Meraka menciptakan seni seni yang bernuansakan islami untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus mengajarkan syariat islam pada para penonton yang tidak lain adalah masyarakat asia tenggara. Adapun seni yang dikembangkan dapat berupa syair syair, wayang, atau seni seni lain.
Selanjutnya, para sufi juga ada yang menikah dengan putri putri bangsawan setempat. Hal ini juga menjadikan penyebaran agama islam diasia tenggara dapat berkembang dengan pesat.

Tokoh Tokoh Tasawuf yang Berperan dalam Islamisasi Asia Tenggara

  • 1.   Sheikh Ali Abdullah . Dikatakan dia adalah seorang bangsa Arab yang dahulunya tinggal di Patani, beliau telahmengislamkan raja Kelantan. [2]
  • 2.    Sheikh Abdullah bin Syeikh Ahmad bin Sheikh Ja’far Qaumiri dari negeri Syahrir, Yaman. Beliau sampai di Kedah pada tahun 531 Hijrah. Beliau berhasil mengislamkan Sri Paduka Maharaja dan menteri-menterinya. [3]
  • 3.   Syarif Kebungsuan. Nama asalnya ialah Syarif Muhammad bin Zainal Abidin yang datang dari negeri Johor yang menyebarkan islam di filiphina. Adapun Syarif Zainal Abidin itu diketahui adalah keturunan Rasulullah yang menyebarkan Islam di Johor
  • 4.  Syekh Hamzah Al-fansuri. Syeikh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara pertengahan abad ke-16 sampai awal abad ke-17. Nama gelar atau takhallus yang tercantum di belakang nama kecilnya memperlihatkan bahwa pendekar puisi dan ilmu suluk ini berasal dari Fansur, sebutan orang-orang Arab terhadap Barus, sekarang sebuah kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara kota Sibolga dan Singkel[4]. Syekh Hamzah al-fansuri merupakan tokoh tasawuf yang menyebarkan agama islam dengan seni nya berupa syair syair. Beliau terkenal dengan karya karyanya.
  • 5.    Sunan Panggung atau Syeikh Malang Sumirang, yang memiliki nama asli Raden Watiswara, diperkirakan hidup antara tahun 1483-1573 m. Beliau putra dari Sunan Kalijaga hasil perkawinan dari Siti Zaenab Saudara Sunan Gunungjati. Menurut Babad Jalasutra sebelum di jatuhi hukuman bakar hidup-hidup, ia memiliki istri Wasi Bagena dari Jatinom Klaten yang masih cucu Brawijaya 8.




[1] http://www.tqnnews.com/berita-158-kaum-sufi-pembangun-peradaban-islam.html
[2] http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=0505&pub=Utusan_Malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_01.htm
[3] http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2008&dt=0505&pub=Utusan_Malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_01.htm
[4] http://sufiroad.blogspot.com/2010/11/sufi-road-syeikh-hamzah-al-fansuri.html

Tuesday, September 30, 2014

AlQur'an, Hukum Tentang Menuntut Ilmu Sains dan Teknologi

Sains merupakan sebuah proses pengumpulan ilmu atau pengetahuan, informasi dan penyusunannya. Sedangkan teknologi adalah ilmu tentang penerapan ilmu pengetahuan alam untuk memenuhi suatu tujuan. Selanjutnya, ilmu pengetahuan dapat dirumuskan sebagai himpunan sebab akibat yang disusun secara sistematis dari pengamatan, percobaan dan penalaran. Ilmu pengetahuan diawali oleh rasa ingin tahu mengenai kejadian di sekeliling kita, yang dilanjutkan dengan mempertanyakannya secara tidak putus-putus dalam rangka memahami kejadian yang belum kita ketahui. Keingintahuan itu dilaksanakan melalui pengamatan percobaan dan penalaran.
Agama Islam sangat menghargai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagaimana yang dicerminkan dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yaitu iqro’ yang artinya bacalah.  perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sangat besar, sehingga setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu sampai setinggi-tingginya. Bahkan ada yang menafsirkan, “tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”.
Islam juga menganjurkan pada umat muslim untuk membaca buku-buku tentang ilmu pengetahuan karena membaca merupakan kunci membuka dunia pengetahuan. Dengan memiliki ilmu, seseorang akan menjadi lebih tinggi derajatnya dibanding dengan yang tidak berilmu.
Nabi bersabda : “Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim baik laki-laki maupun perempuan”. Dimanapun ilmu itu berada, maka umat muslim diperintah untuk selalu mencarinya. Menuntut ilmu dalam Islam tidak berhenti pada batas usia tertentu. Dengan kata lain selama hayat masih dikandung badan, manusia wajib untuk menuntut ilmu dengan menyesuaikan keadaan yang dialami.

Ilmu pengetahuan dan teknologidapat memperluas cakrawala dan memperkaya bahan pertimbangan bagi manusia dalam mengambil sikap dan tindakan, karena kekayaan informasi dan pengetahuan akan membuat seseorang lebih cenderung kepada objektivitas, kebenaran dan fakta yang ada. Ilmu yang bermanfaat dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan kebenaran dalam berbagai bentuk dan bidang. Bahkan lebih dari itu, ilmu yang bermanfaat dapat memperkuat dan meningkatkan keimanan seorang muslim kepada Allah SWT.

Thursday, July 17, 2014

Solusi akhir masalah Palestina-Israel: Khilafah Islamiyyah dan Jihad!


Ini solusi bagaimana mengakhiri Perperangan yang terjadi antara Palestina-Israel menurut Ust. Felixsiauw.

Bagaimana solusi total masalah Palestina? Kepada siapakah ummat Islam bisa berharap? 

Kepada PBB?!, ini mustahil
.

Akar Masalah Palestina: Runtuhnya Khilafah

ini sebuah catatan dari seorang ustadz twitter indonesia, Ust. Felixsiauw
..........

Invasi Israel ke Jalur Gaza masih berlanjut, dan tulisan ini tidak bermaksud menambah kepedihan kaum muslim tentang banyaknya tulisan dan minimnya aksi, lebih kepada agar kita memiliki kesadaran politik tentang akar masalah Palestina dan memperjuangkan solusinya.
.

Thursday, April 3, 2014

Kisah Abu nawas dan Tukang Cukur

"Hay Abu Nawas !! aku lihat kau selalu datang ke masjid itu dan melakukan shalat, kau ini menyembah apa?" tanya tukang cukur sambil mencukur rambut Abu Nawas.Abu Nawas terkejut. "Hah, kenapa kau tanya seperti itu ? Aku Menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, Yang telah menciptakan kita!" jawab Abu Nawas."Hahahahaha, Tuhan yang mana wahai abu nawas? Tuhan itu tidak ada !! buktinya jika Tuhan itu ada tidak mungkin akan ada orang yang melarat didunia ini, tidak akan ada orang yg susah, orang yg hidupnya sering menderita !!, tidak mungkin jika Tuhan Yang Maha Penyayang itu benar2 ada!" sanggah tukang cukur."Ya sudahlah kalau begitu, aku tidak mau di cukur olehmu, sudah saja" jawab abu nawas" Kenapa? cukurannya belum selesai, rambutmu akan terlihat aneh jika berhenti sekarang"Abu Nawas tidak menjawab dan membersihkan pakaiannya dari rambut. 
Iya diam sejenak lalu melihat ke cermin. Tiba2 saja dia berujar."Hai tukang cukur, sebenarnya tukang cukur itu tidak ada!!!""hah?? Apa ??? apa maksudmu wahai Abu Nawas!?" tanya tukang cukur tidak mengerti."Benar, tukang cukur itu tidak ada!!""Kenapa kau bilang begitu? Tukang cukur itu ada, aku... yang baru saja mencukur mu" jawab tukang cukur semakin tidak mengerti."Mustahil, jika tukang cukur itu ada tidak mungkin rambut ku menjadi sejelek ini, tentu rambutku akan lebih rapi, kenapa juga orang yang ada disudut jalan sana ada yang rambutnya kusut tidak terurus, berarti tukang cukur itu tidak ada" jawab Abu Nawas santai. "Hey Abu Nawas, itukan salah mu sendiri, kenapa kau tidak mau meneruskan cukuranmu? kenapa kau tidak meminta kepadaku untuk merapikannya?, kenapa orang2 disudut jalan sana tidak memintaku untuk mencukurnya?? seandainya dia datang kepadaku, aku akan merapikannya""Nah, berarti Tuhan itu ada !!, orang2 yang susah, melarat, sering merasa menderita itu kenapa mereka tidak mau datang dan mendekat kepada Tuhannya. 

Monday, February 24, 2014

Pemeliharaan Al-Qur'an pada masa Rasulullah dan Khulafaurrasyidin

Pemeliharaan Al-Qur’an pada Masa Nabi Muhammad Pada permulaan islam, bangsa Arab adalah bangsa yang buta huruf, sangat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Jadi, pemeliharaan Al-Qur’an pada masa Nabi sebagian besar adalah dengan penghafalan. Setiap ada wahyu Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah, Rasulullah langsung menghafalnya dan kemudian mengajarkannya kepada para sahabatnya. Setiap tahun di bulan Ramadhan, Jibril selalu menemui dan membacakan Al-Qur’an kepada Rasulullah. Disamping menyuruh sahabatnya untuk menghafal Al-Qur’an, nabi juga menyuruh beberapa sahabatnya yang pandai tulis baca untuk menuliskan ayat Al-Qur’an pada kepingan tulang, pelepah kurma, kepingan batu, kulit binatang dan lainnya. Karena memang pada saat itu, bangsa arab belum mengenal kertas sebagai alat tulis yang kini kita gunakan. Menurut sumber hadis Bukhori. Bahwa tujuan orang tersebutlah yang bertanggung jawab mengumpukan Al-qur’an menurut apa yang mereka hafal itu, dan yang di hafalnya itu di kembalikan kepada Rasulullah, melalui sanad-sanad mereka ini lah Al-qur’an sampai kita seperti yang ada sekarang. Para penulis wahyu Al-Qur’an termashyur adalah: 
  1. Para Khulafahurrasyidin (Abu Bakar, Ustman, Ali, Umar) 
  2. Amir bin Fuhairah Tsabit bin Qais bin Syams 
  3. Muawwiyah bin Abu Sufyan 
  4. Muhirah bin Syu’bah 
  5. Khalid bin Walid 
  6. Amir bin Ash 
  7. Muhammad bin Maslamah 
  8. Ubay bin Ka’ab 
  9. Zaid bin Tsabit Jadi, 


pemeliharaan Al-Qur’an pada masa Rasululllah adlah dengan cara penghafalan dan juga penulisan yang langsung ditulis di hadapan Rasul sendiri. Tulisan wahyu Al-Qur’an yang tertulis di benda sederhana itu disimpan di rumah Rasulullah. Pemeliharaan Al-Qur’an Masa Khalifah Abu Bakar As-shiddiq Setelah Nabi wafat, tampuk kepemimpinan di tanggung oleh Abu Bakar. Pada awal kepemimpinannya, umat islam banyak yang murtad, tidak membayar zakat dan sebagainya. Maka Khalifah Abu Bakarpun memerangi para pembangkang itu. Salah satu peperangan yang terjadi adalah peperangan Yahmamah yang terjadi pada tahun 12 H yang banyak melibatkan para penghafal Al-Qur’an, dalam peperangan ini terdapat 70 hafiz atau penghafal Al-Qur’an yang gugur. Umar bin Khatab merasa resah dengan banyaknya para sahabat penghafal Al-qur’an wafat terbunuh dalam peperangan, lalu Umar menghadap ke Abu Bakar dan menyampaikan berita tentang banyaknya hafiz yang wafat. Kecemasan ini yang membuat Umar bin Khattab menyarankan Abu Bakar untuk mengusahakan penghimpunan ayat Al-Qur’an menjadi satu Mushaf. Pada awalnya Abu Bakar tidak menyetujui saran umar karena pada masa Rasulullah tidak pernah dilakukan yang seperti ini. Setelah berulang kali Umar mencoba meyakinkan tentang kebaikan menghimpun Al-Qur’an dan Allah membuka pintu hati Abu Bakar sehingga Abu Bakar pun menyetujui saran Umar bin Khattab. Maka dipanggillah Zaid bin Tsabit untuk melakukan penulisan dan penghimpunan Al-Qur’an. Lalu ia mengumpulkan ayat Al-Qur’an dari benda sederhana yang masih berserakan dan para sahabat yang hafal Al-Qur’an seluruhnya dan mencocokkan dengan hafalan para sahabat yang lainnya dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Zaid selalu bertindak hati-hati dan sangat teliti. Baginya tidak cukup hanya bergantung pada hafalan semata tanpa disertai dengan tulisan. Setelah satu tahun lamanya, akhirnya selesailah penghimpunan Mushaf Al-Qur’an tersebut. Demikianlah AL-Qur’an dituliskan dalam lembaran-lembaran yang diikatnya dengan benang, ayatnya tersusun dalam masing-masing suratnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah. Kemudian mushaf itu disimpan di rumah Abu Bakar, selanjutnya disimpan oleh Umar bin Khattab setelah Abu Bakar wafat. 

Masa Khalifah Umar bin Khattab Umar adalah sosok yang penting dalam penghimpunan Al-Qur’an. Dengan saran dan masukannya kepada Abu Bakar, kini Mushaf Al-Qur’an telah dibuat. Namun ketika pada masa kekhalifahannya, Umar belum memperbanyak mushaf Al-Qur’an tersebut dikarenakan memang tujuan utama Al-Qur’an dihimpun adalah untuk menjaga keasliannya saja. Setelah Umar bin Khattab wafat, Mushaf Al-Qur’an Kemudian disimpan di rumah Hafshah yang merupakan putri Khalifah Umar dan juga istri Rasulullah. 

Masa Khalifah Ustman bin Affan Pada masa khalifah Utsman, islam telah mendunia terpencar di daerah Mesir, Syiria, Irak, Persia dan Afrika. Kemana mereka pergi dan dimanapun berada, Al-Qur’an tetap menjadi panutan dan imam bagi mereka, bahkan banyak diantara mereka yang menghafalnya. Di kalangan sahabat, ternyata ada naskah atau penghafalan yang tidak sama susunan suratnya. Cara bacaannya pun menjadi beragam, penulisannya juga berbeda demikian juga dengan susunan surat dan juznya. Jika dibiarkan berlarut-larut, tentu persatuan umat islam akan tergoyahkan. Maka seorang sahabat yang bernama Hudzaifah Al-Yamani menyarankan kepada khalifah Utsman untuk mengupayakan keseragaman bacaan dan tulisan Al-Qur’an. Kemudian khalifah membentuk panitia yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit untuk menyalin mushaf AL-Qur’an yang berada di rumah Hafshah. Zaid menyalin shuhuf Hasfah dalam lima mushaf. Empat di antaranya dikirimkan ke Mekah, Syiria, Bashrah dan Kufah. Mushaf yang satu lagi disimpan oleh Khalifah Utsman yang dinamakan Mushaf Al-Imam. Shuhuf Al-Qur’an yang semula disimpan di rumah Hafshah Kemudian dikembalikan. Setelah pembukuan Al-Qur’an selesai, Khalifah Utsman mengintruksikan untuk membakar musnah selembaran ayat Al-Qur’an yang tersebar agar tidak terjadi perbedaan lagi dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an. Maka dari mushaf Utsmani lah kaum muslimin di seluruh dunia menyalinnya.