Monday, September 29, 2014

Seorang nenek mencuri singkong karna kelaparan, Hakim menangis saat menjatuhkan vonis

Diruang sidang pengadilan, Hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar. 
Namun manajer salah satu PT itu, tetap pada tuntutannya kepada sang nenek agar menjadi contoh bagi warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas. Dia memutus diluar tuntutan jaksa PU. 

Seorang nenek mencuri singkong karna kelaparan, hakim menangis saat menjatuhkan vonis !!
Mahkamah Agung
'Maafkan saya', katanya sambil memandang nenek itu, "Saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1 juta rupiah dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara selama 2,5 tahun seperti tuntutan jaksa PU".

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Sementara itu, Hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1juta rupiah ke topi toganya serta berkata kpd hadirin."Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap org yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50ribu rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5juta rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer salah satu PT tersebut yang tersipu malu karna telah menuntutnya.


source: Sudah Tahukah Anda?

Mengapa Wanita menjadi penghuni Neraka?

kebanyakan penghuni neraka adalah wanita
Wanita penghuni neraka
Muncul pertanyaan di benak kita, apa yang menyebabkan kebanyakan wanita menjadi penduduk neraka? Dalam sebuah kisah ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu 'anhum, “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu. (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)

Bagi para muslimah atau umumnya wanita ketika membaca atau mendengar hadist-hadist di atas sontak naik darah dan tidak bisa menerima sepenuhnya. Minimal akan berhujjah bahwasanya wanita bisa berbuat demikian karena ada penyebabnya, bukan tiba-tiba ingin berlaku demikian. Siapapun kalau ditanya tentu saja tidak ada yang ingin masuk neraka apalagi diklaim akan masuk neraka. Naudzubillah mindzalik!

Memang, berlayar mengarungi bahterah rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Seorang muslimah tepatnya seorang istri, tidak saja harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup tapi juga mutlak dibutuhkan mental baja dan manajemen yang baik dalam mengelola gelombang kehidupan beserta segala pernak pernik yang menyertainya. Ketika urusan rumah tangga tidak pernah ada habisnya, anak-anak rewel dan kondisi fisik sedang tidak fit, kemudian suami pulang kerja minta dilayani tanpa mau perduli dengan kondisi kita, biasanya, dalam kondisi seperti ini tidak banyak wanita yang tetap mampu mengendalikan kesabarannya. Manusiawi bukan? Belum tentu!Justru dalam situasi seperti inilah keimanan dan kesabaran kita akan teruji. Apakah kita masih bisa mengeluarkan kata-kata manis sekaligus rona muka penuh dengan senyum ketulusan? Sulit memang! Tapi sulit bukan berarti tidak bisa!

Jika kita cermati hadist diatas secara seksama, maka akan kita dapati beberapa sebab mengapa wanita bisa menjadi penduduk minoritas di surga, di antaranya :

Pertama, kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami. Sebuah fenomena yang sering kita saksikan, seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dalam waktu yang panjang hanya karena satu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal seharusnya seorang istri selalu bersyukur terhadap apa-apa yang diberikan suaminya, karena Allah SWT tidak akan melihat istri yang seperti ini.

Kedua, durhaka terhadap suami. Durhaka yang sering dilakukan seorang istri adalah durhaka dalam ucapan dan perbuatan. Wujud durhaka dalam ucapan di antaranya ketika seorang istri membicarakan keburukan-keburukan suaminya kepada teman-teman atau keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Sedangkan durhaka dalam perbuatan diantaranya bersikap kasar atau menampakkan muka yang masam ketika memenuhi panggilan suami, tidak mau melayani suami dengan alasan yang tidak syar’i, pergi atau ke luar rumah tanpa izin suami, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, atau sebaliknya enggan berdandan dan mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu.

Jika demikian keadaannya maka sungguh merugi wanita-wanita yang kufur dan durhaka terhadap suaminya. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada surga karena mengikuti hawa nafsu belaka.

Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.
Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam siksa-Nya.

Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka. Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika kita ingin menjadi penduduk minoritas di surga.

Masih ingat kan, ketika rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shahih jami’, “Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.
Mengacu dari hadist di atas, mari kita berlomba menegakkan sholat dengan lebih khusu’, memperbayak sholat-sholat sunah karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. Selain puasa/shaum wajib di bulan romadhon, latihlah diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah. Hiasilah diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami dan banyak-banyaklah beristigfar karena istigfar bisa meruntuhkan dosa-dosa kecil yang tidak kita sadari.

source: Sudah Tahukah Anda?

Sunday, September 28, 2014

Tujuan dan Fungsi Partai Politik

Tujuan dan Fungsi Partai Politik

Tujuan dan Fungsi Partai Politik - Partai politik merupakan suatu organisasi politik yang memiliki fungsi sebagai sarana penampung aspirasi rakyat. Pada awal kelahirannya, partai politik berperan sebagai penghubung antara rakyat dengan pemerintah. Di Indonesia, perkembangan partai politik berawal saat masa penjajahan belanda dengan berdirinya suatu organisasi Budi Utomo. Perkembangan organisasi ini akhirnya memunculkan berbagai organisasi lainnya dengan tujuan satu yaitu kemerdekaan Indonesia. 
#pepe


            Ketika Indonesia mencapai kemerdekaannya, tujuan dan fungsi partai politik (parpol) beralih menjadi organisasi yang menyalurkan aspirasi rakyat dan mencapai kekuasaan tertinggi pada pemerintahan. Keberadaan partai politik bersangkutan dengan hukum dan ideologi yang diterapkan di Indonesia. Perkembangan partai politik juga dipengaruhi oleh beberapa rezim yang berkuasa di Indonesia. Dengan berbagai macam hal yang timbul dengan adanya partai politik, penulis tertarik untuk membahas keberadaan partai politik, peranan dan perkembangannya di Indonesia.
Definisi Partai Politik
            Partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Bisa juga dikatakan sebagai kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –biasanya- dengan cara konstitusionil untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 pasal 1, definisi partai politik adalah “…organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945“.

Tujuan Partai Politik

  a. Tujuan parpol secara umum
            Partai politik yang ada haruslah memilki tujuan yang bersifat umum. Dalam hal ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Tujuan partai politik secara umum sebagai berikut :
·   Partai politik untuk mewujudkan cita-cita nasional dari suatu bangsa yang sebagai mana tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar republik Indonesia tahun 1945. Tujuan idealnya adalah bukan unuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu, melainkan untuk seluruh bangsa Indonesia. Tidak peduli akan adanya perbedaan baik suku, bahasa, budaya, agama, dan lainnya.
·   Menjaga dan memelihara keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia. Partai politik didirikan bukanlah untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, segala tindakan yang sifatnya menggagu persatuan dan kesatuan bangsa dilarang.
·   Partai politik juga didirikan bertujuan untuk mengembangkan kehidupan demokrasi yang berdasarkan pancasila dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat di dalam Negara republik Indonesia. Dengan adanya partai politik, kehidupan demokrasi dapat berkembang sehingga kedaulatan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dapat tercapai serta mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

  b.  Tujuan parpol secara khusus
            Tujuan khusus partai politik ini sifatnya lebih ke dalam partai politik itu sendiri atau apa yang di raih oleh partai politik tersebut dalam lingkup dirinya sendiri. Beberapa tujuan khusus atau misi yang harus dicapai oleh suatu partai politik, yaitu sebagai berikut:

·   Partai politik meningkatkan partisipasi politik baik bagi anggota dan juga masyarakat Indonesia dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintah.
·   Sebuah partai politik harus memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Partai politik harus memiliki kemampuan untuk membangun etika dan budaya politik, baik dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 Fungsi Partai Politik
 Fungsi partai politik menurut Andrew Knapp mencakup antara lain:
1) Mobilisasi dan integrasi,
2) Sarana pembentukan pengaruh terhadap perilaku memilih,
3) Sarana rekruitmen pemilih, dan
4) Sarana elaborasi pilihan-pilihan kebijakan,
            Menurut Budiardjo (2003), ada empat fungsi partai politik, yaitu komunikasi politik, sosialisasi politik, rekruitmen politik dan pengelolaan konflik. 
1) Sarana Komunikasi Politik
 Partai politik bertugas menyalurkan beragam aspirasi masyarakat dan menekan kesimpangsiuran pendapat di masyarakat.
2) Sarana Sosialisasi Politik
 Dalam usahanya untuk memperoleh dukungan luas masyarakat, partai politik akan berusaha menunjukkan diri sebagai pejuang kepentingan umum. 
3) Sarana Rekruitmen Politik
 Partai politik memiliki fungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk aktif berpolitik sebagai anggota partai politik tersebut (political recruitment). 
4) Sarana Mengelola Konflik:


 Partai politik bertugas mengelola konflik yang muncul di masyarakat sebagai suatu akibat adanya dinamika demokrasi, yang memunculkan persaingan dan perbedaan pendapat. 

Demikian artikel tentang Tujuan dan Fungsi Partai Politik. semoga bermanfaat buat teman teman semuaa :)

Friday, August 15, 2014

Kaos Kaki sobek, Warisan sang Milyader

lagi iseng buka Google+ nih, tiba-tiba ketemu cerita luar biasa ini. semoga menjadi Hikmah serta motivasi bagi kita semua :)



* * *
Al-Kisah seorang kaya raya (Milyader), sedang sakit parah..menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya...

Beliau berwasiat: 
"Anak-anaku...jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian, tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti”. 

Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak-anaknya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya. Akan tetapi pak modin menolaknya: "maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..". 

Terjadi diskusi panas antara anak-anak yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yangg juga ustad yang melarangnya. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris. Beliau menyampaikan: "Sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka bersama-sama siapa tahu ada petunjuk.." 

Maka dibukalah surat wasiat almarhum milyader buat anak-anaknya yang di titipkan kepada Notaris tersebut. Ini bunyinya: 
"Anak-anaku pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah...lihatlah anak-anakku padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, perusahaan besar di-mana-mana, rumah mewah banyak, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati. Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas. Anak-anakku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara. Salam sayang dari Ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju Allah.."


Sumber: https://plus.google.com/u/0/106345239362093414699

Saturday, August 2, 2014

Si Ahli Maksiat itu Kini dirindukan bidadari


Cerita ini di sadur dari Fanspage facebook Jonru
.........

Sebut saja namanya Dika. Usia 30-an tahun. Dulu pernah menikah, kini berstatus duda tanpa anak. Hingga tulisan ini dibuat, saya belum pernah ketemu dengannya. Kami berkenalan lewat Facebook. Sering chatting, dan akhirnya menjadi akrab. 
Dika memperkenalkan diri sebagai ahli maksiat. Namun maaf, saya tak bisa menyebutkan maksiat apa yang dia lakukan. Yang jelas, itu termasuk dosa besar dan sangat tercela. Saat kami berkenalan, dia mengaku sudah taubat dan ingin hidup normal sesuai ajaran agama. Namun sesekali, dia masih tergoda dan terjerumus, kembali melakukan maksiat tersebut. 
Di Jakarta, Dika tinggal bersama seorang temannya yang sangat baik hati. Sudah bertahun-tahun Dika tidak bekerja, menjadi pengangguran. Bahkan sejumlah penyakit bersarang di tubuhnya. Untungnya, ada sahabat yang mau membiayai hidupnya. Awalnya saya menaruh simpati pada Dika. Tapi lama-kelamaan timbul rasa tak suka. Sebab dia orangnya gampang tersinggung. Saya menasehatinya dengan maksud baik, tapi dia malah menyikapi secara negatif. Dia juga sering mengeluh, merasa putus asa, bahkan mengaku ingin bunuh diri. Dia frustasi karena bertahun-tahun jadi pengangguran, tak berdaya melawan penyakit yang bersarang di tubuhnya. Saya juga sempat berpikir, "Jika Dika belum bekerja juga selama bertahun-tahun, pasti itu bukan karena sulit mencari kerja. Dia pasti orang malas, tidak kreatif. Sebab rezeki Allah ada di mana-mana. Kalau tak ada pekerjaan, dia tentu bisa jualan apa kek, yang penting kan halal." 
Saya menyampaikan hal itu padanya, tapi Dika meresponnya dengan berbagai macam penyangkalan, yang intinya dia merasa tak bisa melakukan itu. Saya menasehatinya untuk bersedekah, agar hidupnya menjadi lebih baik. "Bersedekah? Saya kan tidak punya uang!" "Sedekah kan tidak harus pakai uang, Mas. Bukankah senyum juga sedekah? Mas Dika bisa membantu anak kecil menyeberang jalan, lakukan itu secara rutin, dan niatkan demi Allah semata. Itulah contoh sedekah yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan uang." "Tapi tubuh saya sakit-sakitan, tak kuat bekerja seperti itu." "Menyeberangkan anak itu kan hanya contoh. Mas Dika bisa melakukan kegiatan lain. Yang penting intinya sedekah tenaga." Dia diam, dan sepertinya belum bisa memahami ucapan saya tersebut. 

 * * * 
Suatu hari, Dika curhat pada saya, bercerita tentang dirinya yang merasa sering diganggu oleh jin. Dia ingin di-ruqiyah, tapi saya sarankan agar dia me-ruqiyah diri sendiri saja. "Caranya gimana, Bang?" "Rajin baca Al Quran." "Tapi saya tak bisa." "Kenapa?" "Kepala saya biasanya langsung pusing kalau baca Al Quran." "Nah, itu artinya Mas Dika memang diganggu oleh jin." "Berarti saya harus di-ruqiyah, kan?" "Boleh, tapi coba me-ruqiyah diri sendiri dulu dengan cara rajin tilawah." "Tapi saya suka malas kalau baca Al Quran." "Hm... mas Dika sudah pernah dengar nama ODOJ?" "Apa tuh?" "Singkatan dari One Day One Juz. Gabung aja deh di sana. Asyik. kok." Lalu saya bercerita bahwa dengan ikut ODOJ, kita bisa terus termotivasi untuk mengaji satu juz perhari. Sebab di dalamnya ada komunitas, kekeluargaan, saling mengingatkan dengan teman-teman satu group. Insya Allah ODOJ akan sangat bermanfaat bagi orang yang belum disiplin dalam tilawah." 
Biasanya, Dika langsung menyangkal jika saya beri nasehat. Termasuk saat saya menyarankannya untuk bergabung dengan ODOJ, dia pun menolak dengan berbagai alasan. Tapi di luar dugaan saya, sekitar dua hari kemudian dia mengirimi sama pesan di WhatsApp Messenger, mengabarkan bahwa dirinya sudah bergabung dengan ODOJ. "Alhamdulillah, ternyata asyik juga ya. Saya bahkan mau datang ke acara grand launching ODOJ tanggal 4 Mei nanti di Istiqlal. Bang Jonru datang, gak? Kalau datang, saya pengen kita ketemu di sana." Saya merasa bersyukur membaca pesannya itu. Tapi "tragisnya", saat itu saya sendiri justru sudah keluar dari ODOJ (alasan dan cerita lengkapnya bisa dibaca di https://www.facebook.com/notes/jonru-ginting/mengapa-saya-keluar-dari-odoj/10152180108178935 ), dan tak ada niat untuk menghadiri acara grand launching tersebut. 
Namun saya tidak memberitahukan hal itu kepada Dika. Khawatir berita itu akan membuat semangatnya di ODOJ jadi mengendur. Bagaimanapun, saya berharap dia bisa terus bergabung dengan ODOJ. Siapa tahu itu bisa menjadi jalan baginya untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik. 
 * * * 
Suatu hari, Dika menelepon saya. Dia kembali mengeluh, meratapi nasibnya yang menurut dia sangat malang. Terus terang, saya paling malas menghadapi orang yang gampang putus asa seperti itu. Maka dengan sedikit galak, saya tunjukkan dia sebuah foto di fan page Jonru. Foto Mas Karman, seorang pria yang kakinya cacat, berasal dari keluarga tak mampu, tapi dia tetap semangat dan tak pernah mengeluh dalam mencari rejeki yang halal. Dia berjualan pulsa dan kacang telur di tepi jalan, hanya ditemani oleh kursi roda dan sebuah spanduk kecil untuk mempromosikan jualannya. "Mas Karman yang cacat begitu saja bisa penuh semangat dalam bekerja. Harusnya Mas Dika malu sama dia. Tubuhmu sempurna, tak ada yang cacat. Kenapa merasa diri sebagai manusia paling malang?" Ternyata, nasehat saya ini membuat Dika tersinggung lalu marah besar. Saya merasa geli, dan mulai kehilangan simpati padanya. 
Maka sejak saat itu, saya putuskan untuk berhenti berkomunikasi dengannya. Selama sekitar tiga bulan, saya dan Dika tidak berkomunikasi sama sekali. Saya pun sudah melupakannya. Namun tanggal 26 Juli 2014, tiba-tiba dia mengirim SMS, meminta izin untuk menelepon saya. "Ada hal yang hendak saya ceritakan," ujarnya. Saya pun memperbolehkannya. Malam harinya, seusai berbuka puasa, telepon dari Dika pun datang. 
"Assalamualaikum, Mas Dika. Apa kabar?" ujar saya dengan suara datar. Saya menduga, mungkin dia ingin kembali curhat dan berkeluh-kesah seperti dulu. "Alhamdulillah, baik Bang. Saya sekarang sudah bekerja lho, Bang." "Bekerja? Wah alhamdulillah," saya merasa kaget dan senang mendengar kabar itu. "Bekerja di mana, Mas?" "Banjarmasin." "Wah, jauh amat!" "Iya, Bang. Saya merasa bersyukur banget karena dulu Bang Jonru menyarankan saya untuk gabung dengan ODOJ. Sekarang saya bisa tilawah, bukan hanya satu juz, tapi bisa tiga juz lebih sehari. Tilawah ternyata bikin ketagihan, ya?" "Iya, alhamdulillah." "Sejak ikut ODOJ, tiba-tiba saya mendapat tawaran kerja di sebuah toko parfum, Bang. Pemilik tokonya baik banget. Dia menyarankan saya agar membaca tilawah jika sedang tak ada pembeli. Lalu karena ada tawaran kerja di Banjarmasin, saya pun merantau ke sini." "Wah, saya ikut bersyukur, bahagia banget mendengar berita ini, Mas," ujar saya, mulai terharu. "Saya sekarang juga mulai rutin puasa Daud, Bang." "Alhamdulillah." "Iya, Bang. Alhamdulilah. Sekarang saya mau menjalani kehidupan baru yang lebih baik. Maksiat yang dulu sering saya lakukan, biarlah itu jadi masa lalu, insya Allah tak akan saya ulangi lagi." "Alhamdulllah, Mas Dika. Saya doakan agar istiqomah, ya." "Aamiin. Tapi ada sedikit ganjalan nih, Bang." "Apa tuh?" "Di Banjarmasin, saya satu kos dengan orang-orang yang tak pernah shalat, suka mabuk-mabukan, bahkan mereka suka mencuri barang-barang saya." "Hm... itu adalah ujian bagi keimanan Mas Dika. Coba cari kos lain saja. Sebab lingkungan sangat penting agar iman kita tetap terjaga." "Iya, Bang. Sedang saya usahakan. Mohon doanya, ya." "Aamiin...." Lalu, kami terus ngobrol. Dan ketika masuk waktu Isya di Banjarmasin, Dika pamit untuk shalat berjamaah di mushalla. Setelah pembicaraan berakhir, saya tertegun, terharu, dan sejumlah perasaan lain hadir berkecamuk. 
Tiga bulan lalu, Dika masih seorang ahli maksiat yang suka mengeluh dan berputus asa. Kini, saya justru merasa bahwa kualitas imannya jauh lebik baik dibanding saya. Justru, saya merasa perlu berguru padanya. Memang benar, hidup ini seperti roda. Dulu saya merasa di atas dan Dika di bawah. Kini, justru posisi dia jauh di atas saya. Subhanallah... Saya hanya bisa berdoa, semoga Dika bisa istiqomah di jalan Allah. Doa yang sama saya tujuan untuk diri sendiri. Aamiin... Jakarta, 27 Juli 2014 29 Ramadhan 1435 H Jonru

Monday, July 21, 2014

Percakapan Iblis dan Rasulullah

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”. 

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. 

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”. Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”. Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”. 

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku. 

#Pertanyaan Nabi (1) : “Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?” 
Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”. Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”. 

#Pertanyaan Nabi (2) : “Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?” 
Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram. Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”. 

#Pertanyaan Nabi (3) : “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?
Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak. Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”. 

#Pertanyaan Nabi (4) : Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?” 
Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.

#Pertanyaan Nabi (5) : “Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?” 
Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya. Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain. Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”. 

#Pertanyaan Nabi (6) : “Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?” 
Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”. 

#Pertanyaan Nabi (7) : “Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?” 
Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”. 

#Pertanyaan Nabi (8) : “Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”. 

#Pertanyaan Nabi (9) : “Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” 
Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”. Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu. Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”. Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”. 

#Pertanyaan Nabi (10) : “Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?” 
Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah. Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”. 

#Pertanyaan Nabi (11) : “Siapa yang serupa denganmu?” 
Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”. 

#Pertanyaan Nabi (12) : “Siapa yang membuat mukamu bercahaya?” 
Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”. 

#Pertanyaan Nabi (13) : “Apa yang kau rahasiakan dari umatku?” 
Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”. 

#Pertanyaan Nabi (14) : “Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?” 
Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”. 

#Pertanyaan Nabi (15) : “Apa yang dapat menolak tipu dayamu?” 
Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”. 

#Pertanyaan Nabi (16) : “Siapakah orang yang paling engkau sukai?” 
Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”. 

#Pertanyaan Nabi (17) : “Hai Iblis! Siapakah saudaramu?” 
Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”. 

#Pertanyaan Nabi (18) : “Apa yang dapat membinasakan dirimu?” 
Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”. 

#Pertanyaan Nabi (19) : “Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?” 
Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”. 

#Pertanyaan Nabi (20) : “Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?” 
Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.


(Dikutip dari : KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006)

Saturday, July 19, 2014

Taj Mahal, Borobudur, Piramida bukan 7 keajaiban dunia. Tapi,

Seorang guru memberikan tugas kepada siswa-siswanya untuk menuliskan Tujuh Keajaiban Dunia. Tepat sebelum kelas usai, siang itu, semua siswa diminta untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing.

Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu, mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu.
.